Isu Perselingkuhan hingga Nikah Siri? Insanul Fahmi dan Inara Rusli Jadi Sorotan

Isu Perselingkuhan hingga Nikah Siri? Insanul Fahmi dan Inara Rusli Jadi Sorotan

 Nama Inara Rusli menjadi sorotan setelah dirinya dilaporkan oleh seorang perempuan asal Medan bernama Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025 dengan dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Perempuan 24 tahun itu tak cuma melaporkan Inara semata. Ia juga melaporkan suaminya, pebisnis berusia 25 tahun asal Medan, bernama Insanul Fahmi. Mawa datang ke polisi bukan hanya dengan tudingan, tetapi dengan bukti yang konon berupa rekaman video CCTV dugaan perzinahan Inara dan Insan.



Mawa kemudian membahas permasalahan rumah tangganya tersebut dengan Denny Sumargo dalam video yang tayang di YouTube pada 24 November 2025. Sementara itu, Insanul Fahmi muncul bersama Richard Lee dalam video yang diunggah pada 26 November 2025.

Di sisi lain, Inara Rusli belum muncul ke hadapan publik selain daripada ucapan manajernya pada Senin (24/11), yang menyatakan bahwa perempuan 32 tahun tersebut masih menenangkan diri karena syok setelah dilaporkan Mawa ke polisi.

Berikut kronologi skandal yang menyeret Inara Rusli, dirangkum dari pengakuan Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi di 2 siniar tersebut.

1. Awal mula pertemuan - Juli 2025

Insanul Fahmi mengakui kepada Richard Lee bahwa dirinya bertemu dengan Inara Rusli pertama kali pada akhir Juli 2025, yang juga senada diucapkan oleh Mawa kepada Denny Sumargo.

Menurut Insan, dirinya dikenalkan kepada Inara Rusli oleh temannya karena Inara berkeinginan untuk berbisnis travel. Sementara itu, Insan sudah memiliki sejumlah bisnis kuliner dan travel.

Pertemuan mereka kemudian menghasilkan sejumlah rapat yang disebut Insan berlangsung secara "intens". Hingga kemudian, Insan mengakui bahwa dirinya jatuh hati kepada Inara.

"Karena intens meeting, kadang juga di rumahnya karena dia harus jaga anak, aku kasihan. Daripada jadi fitnah, jadinya aku bilang [ke Inara] 'ya sudah bagaimana kalau kita seriusin saja?'," kata Insan.

Mawa menduga Inara semula tidak mengetahui bahwa Insan adalah pria masih beristri dan memiliki satu orang anak. Hal itu lantaran suaminya sejak 2019 tersebut mencitrakan diri bagai pria lajang di media sosial.

Kepada Denny Sumargo, Mawa menyebut sudah berulang kali meminta kepada Insan untuk menampilkan dirinya dan anak mereka di media sosial pria tersebut demi menghindari fitnah seperti beberapa tahun lalu.

Namun hal itu tak pernah terwujud dengan alasan Insan ingin melindungi Mawa dan anaknya dari pihak yang ingin mencelakai mereka.

"Karena memang branding dia itu ya, seperti lajang. Enggak ada sama sekali kelihatan sedikit pun, secuil pun kalau dia itu punya istri dan anak," kata Mawa.

Di sisi lain, Insan juga mengaku kepada Richard Lee bahwa dirinya mengenalkan diri kepada Inara sebagai pria yang sudah bercerai.

"Jadi saya bilang [ke Inara] 'aku lagi proses cerai, proses talak, aku sudah talak dua'," kata Insan. "Saya bilangnya waktu itu talak dua, dan 'aku sangat tidak mungkin untuk melanjutkan' kayaknya."

"Berarti kamu yang mengabu-abukan semuanya ini? Kamu yang frame diri kamu bahwa kamu adalah duda?" balas Richard.

"Secara tidak langsung, iya. Yang ditangkap Inara mungkin itu," jawab Insan.

2. Video CCTV - Agustus 2025

Pertemuan Inara dan Insan berlanjut semakin intens. Bahkan beberapa hari setelah pertemuan mereka di akhir Juli, Inara dan Insan memutuskan untuk menikah secara agama tanpa sepengetahuan Mawa.

Insan menunjukkan sejumlah bukti pernikahan tersebut kepada Richard Lee, berupa foto dari surat pernyataan serta video yang berisi prosesi ijab kabul mereka.

Tak lama setelah pernikahan tersebut, keduanya diduga melakukan hubungan suami dan istri di rumah Inara Rusli, seperti yang disebut oleh Insan. Tak mereka duga, kegiatan intim tersebut terekam oleh CCTV rumah itu.

"CCTV itu kapan dilakukan? Saya bacanya itu Agustus ya, CCTV itu video tanggal berapa?" cecar Richard.

"Tanggal 8 [Agustus], kami nikah dulu," jawab Insan.

"Setelah menikah?" balas Richard.

"Itu setelah nikah," jawab Insan.

Menurut Wardatina Mawa kepada Denny, video rekaman CCTV yang ia dapat di kemudian hari itu berdurasi hingga dua jam. Sepenggal videonya sempat ditunjukkan kepada Denny Sumargo dan Mawa meyakinkan bahwa identitas suaminya terlihat jelas dalam video itu.

"Mereka melakukannya itu dengan haha-hihi-haha-hihi. Kayak fun saja begitu. Karena aku lihat itu ada terekam suaranya juga kedengaran. Tindakan mereka itu yang benar-benar luar biasa, kayak suami-istri, hubungan. Saya enggak sangka sudah sejauh itu mereka melakukannya dengan sangat santai," kata Wardatina Mawa.

"Itu sudah zina besar banget," kata Mawa.

3. Perbincangan pertama - Oktober 2025

Wardatina Mawa mengaku kepada Denny bahwa dirinya sempat melihat unggahan meeting antara Inara dengan Insanul Fahmi. Apalagi, kata Mawa, Insan kerap membahas soal Inara tiap kali pria itu pulang ke Medan dan bertemu dengannya.

Mawa kemudian berinisiatif untuk mengirim pesan langsung kepada Inara melalui Instagram. Ia bertanya soal seberapa jauh kedekatan Inara dengan Insan. Namun pesan pada Agustus 2025 tersebut tak berbalas apa pun dari Inara.

Hingga pada Oktober 2025, Mawa menilai gelagat Insan cukup ganjil saat pulang ke Medan. Pada hari itu, Insan disebut Mawa menjadi sangat menunjukkan kasih sayangnya dan sangat touchy.

Mawa sempat curiga, tetapi tak diambil pusing. Hingga pada malam harinya, Insan justru membahas soal peluang Inara untuk menjadi bagian dalam rumah tangga mereka. Insan juga memuji berbagai perangai Inara, termasuk soal pengasuhan.

"Lambat laun dia langsung arahin ke kakak itu ada niatan untuk mau masuk ke kehidupan kami. Intinya dia kasih tahu kalau dia [Inara Rusli] minat untuk dipoligami jadi istri kedua," kata Mawa.


Kepada Richard, Insan mengaku sebenarnya Inara sudah mengetahui dirinya masih menikah dengan Mawa pada 19 Agustus 2025, atau 11 hari setelah dugaan video rekaman CCTV tersebut tercipta. Namun Insan tak ingin melepaskan Inara dan berusaha mempertemukan Inara dengan Mawa.

"[Inara tahu] tanggal 19 Agustus, sekitar tanggal segitu. Dia [bilang] 'sudah deh enggak usah lanjut, aku enggak mau ikut-ikutan'. Saya coba yakinkan dia, jadi dia enggak tahu apa-apa sebenarnya," kata Insan.

"Dua-duanya [Mawa dan Inara] punya potensi, dua-duanya punya sesuatu yang bisa kami kembangin bareng-bareng sebagai sebuah tim. Dan secara syariat juga saya takut kalau menutup-nutupi sesuatu, jadi saya coba datang ke Mawa untuk omong [di bulan Oktober]," katanya.

"Pada Oktober itu kamu deep talk dengan Mawa, kamu bilangnya mau menikah dengan wanita lain atau sudah menikah dengan wanita lain?" tanya Richard.

"Mau menikah," jawab Insanul Fahmi.

Tak lama setelah perbincangan Insan dengan Mawa soal poligami itu lah, Inara membalas pesan Mawa. Mawa menyebut Inara sempat meminta maaf tak membalas pesan Mawa dan menyebut bahwa hubungannya dengan Insan "baik-baik".

"[Inara bilang] 'kamu kalau emang mau aku jelasin detail, aku bisa kok ke Medan'," papar Mawa.

rumor yang ia terima bahwa kedua orang itu sudah memiliki panggilan sayang. Namun perbincangan mereka berhenti setelah Inara berkata sesuatu.

"Terakhir kata-kata dia itu bilang sama aku, 'akan kupastikan kalau emang kami berjodoh tapi bukan dalam keadaan suami orang'. Wah, itu aku langsung kayak 'astagfirullah, apa sih?'," kata Mawa.

4. Gugatan dan skandal meledak - November 2025

"Aku doain sampai aku tuh bilang sama Allah, 'Ya Allah, kalau emang ada hal yang mungkin mencurigakan, tolong kasih petunjuk, ya Allah. Tapi kalau emang tidak ada, tenangkan hatiku ya Allah' begitu. Nah, semakin aku berserah, berserah, berserah, pasrah deh ... Alhamdulillah tiba-tiba ada petunjuk," kata Wardatina Mawa kepada Denny.

Pada Selasa (25/11), Mawa mendapatkan sebuah rekaman video dari pihak yang enggan ia ungkap. Video tersebut berupa rekaman CCTV yang diduga terjadi pada Agustus 2025 dan menampilkan tindakan dugaan hubungan suami-istri antara Insan dan Inara.

Mawa mengaku dirinya sempat syok dengan video tersebut. Namun setelah beberapa hari, ia memantapkan diri untuk melaporkan tindakan tersebut ke polisi pada Sabtu (22/11). Polda Metro Jaya ia pilih karena aksi tersebut diduga terjadi di Jakarta.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama